Activity

DSC01399 2048x1365 1 1024x683

Melawan Ekstraktivisme, Merawat Kehidupan, Menyatukan Perlawanan

Press ReleaseFlores, 26 Mei 2025 Di tengah perampasan ruang hidup yang kian brutal, Hari Anti-Tambang (HATAM) 2025 hadir sebagai momentum kolektif untuk membongkar kejahatan ekstraktivisme. Ini juga menjadi momentum untuk menggalang solidaritas rakyat melawan sistem yang mengorbankan kehidupan demi kepentingan oligarki ekstraktif. Dalam sistem ekonomi-politik yang mendewakan pertumbuhan, ekstraktivisme tidak dapat lagi hanya dipandang sebatas […]

Melawan Ekstraktivisme, Merawat Kehidupan, Menyatukan Perlawanan Read More »

Foto EKO TAN 00

Ekstraktivisme sebagai Kolonialisme Baru: Membaca Perlawanan dari Garis Depan

Ada kesatuan yang erat antara manusia dengan seluruh ciptaan yang ada disekitarnya. Tanah adalah bagian dari tubuh manusia dan Dia adalah Ibu,” – Simon Suban Tukan, SVD Mataloko, 28 Mei 2025 – Hari Anti-Tambang (HATAM) 2025 kembali menjadi momentum untuk memperkuat perlawanan terhadap industri ekstraktif yang mengancam ruang hidup masyarakat. Salah satu ruang kolektif yang

Ekstraktivisme sebagai Kolonialisme Baru: Membaca Perlawanan dari Garis Depan Read More »

Teluk Weda 1024x679

Tumpang Tindih Pembangunan dan Krisis Iklim di Indonesia Timur

“Rencana pembangunan berskala besar di Indonesia, seringkali dibungkus dengan dalih meningkatkan ketahanan pangan, energi atau pariwisata. Meskipun terdengar mulia, sejarah kegagalan proyek ambisius di Indonesia memberikan alasan untuk mempertanyakan inisiatif yang mengorbankan lingkungan dan kaum marjinal.“ Pada tahun 2024, Yayasan PIKUL bersama para mitra di Indonesia Timur telah melakukan riset kolaboratif untuk menggali persoalan yang

Tumpang Tindih Pembangunan dan Krisis Iklim di Indonesia Timur Read More »

DRA 1905 Copy 2048x1365 1 1024x683

ARUKI Desak Pemerintah Wujudkan SNDC yang Transparan, Ambisius, dan berkeadilan Iklim

Siaran Pers Jakarta, 18 Juni 2025 – Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (ARUKI) menyayangkan proses penyusunan dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC) Indonesia yang tidak berjalan dengan transparan. Menanggapi pernyataan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengenai pentingnya SNDC yang “realistis, inklusif, dan dapat dieksekusi,” ARUKI menyerukan agar prinsip-prinsip tersebut diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang diwujudkan

ARUKI Desak Pemerintah Wujudkan SNDC yang Transparan, Ambisius, dan berkeadilan Iklim Read More »